Senin, 19 Desember 2011

laporan praktikum tumbuhan paku dan lumut

Tugas mandiri
LAPORAN HASIL PENELITIAN BIOLOGI UMUM
TUMBUHAN PAKU DAN LUMUT
Oleh :
Nama : Ulfa Asyifaa
NPM : 1111050039
Jurusan/sem. : matematika/satu (I)
Kelas : c
Dosen pembimbing : Rohailah, S.Si

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI RADEN INTAN LAMPUNG
2011
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb.
Seiring dengan kasih sayang Allah yang telah Dia limpahkan kepada kita, mari kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat-Nya, karena sesungguhnya kita ini tidaklah akan mengetahui daripada petunjuk-Nya itu jika Allah tidak mengajarkan pengetahuan-Nya itu kepada kita.
Maka mari kita lapangkan rongga dada yang seluas-luasnya, agar kita bisa menerima atas apa yang Allah akan ajarkan daripada pengetahuan-Nya itu kepada kita, yaitu agar kita bias melaksanakan apa yang di perintah-Nya dengan benar. Dan sungguh tidaklah datang peringatan dari sisi Allah kepada kita atas apa yang telah kita kerjakan dari perintah-Nya itu, jika apa yang telah kita kerjakan itu adalah benar. Akan tetapi, dikarenakan ada kekurangan atau kesalahan dalam mengerjakan perintah-Nya, maka sudah sepantasnya bahwa kita itu akan mendapatkan peringatan atau teguran, agar kita mau menghentikan dari kesalahannya itu, kemudian kita berusaha untuk memperbaiki sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.
Dengan ini patutlah kita syukuri bahwa semua yang baik itu memang datang dari Allah, dan yang buruk adalah kelalaian manusia. Maka dari itu bersyukurlah atas kami diberinya wawasan untuk menyelesaikan “hasil laporan praktikum biologi umum ini”. Semoga kita dapat memperbaikinya lagi sehingga bermanfaat untuk orang lain dikemudian hari. Amin

Penulis


DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
BAB III. METODOLOGI
BAB IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
BAB V. KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

Tumbuhan paku adalah tumbuhan yang tubuhnya benar-benar telah berupa kormus, yaitu mempunyai akar, batang, dan daun. Cara hidupnya bermacam-macam, ada yang epifit, saprofit, dan hidup di tanah maupun di air. Tumbuhan lumut mempunyai bentuk tubuh pipih seperti pita dan ada pula yang seperti batang dengan daun-daun kecil. Tubuhnya tegak atau mendatar pada substratnya dengan perantara rhizoid. Tumbuhan lumut merupakan jenis tumbuhan pertama yang beradaptasi dengan lingkungan darat, tetapi umumnya masih menyukai tempat0tempat yang lembab dan basah. Kalaupun ada lumut yang dijumpai hidup di air, hal ini merupakan kekecualian, misalnya lumut gambut (sphagnum subsecundum).


Tujuan diadakannya pratikum ini adalah:





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Sudah jelas akar, batang dan daun serta sudah memiliki sistem pembuluh (xylem/ phloem) disebut tracheophyta, sudah terbentuk embrio dan berspora untuk alat perkembangbiakannya(Slamet,1990). Mengalami metagenesis yaitu pergiliran keturunan antara sporofit dan gametofit. Sporofit merupakan tumbuhan paku itu sendiri. Tumbuhan paku-pakuan menyukai hidup ditempat yang lembab atau teduh serta ada yang dapat hidup di air (http://historyofindonesia.blogspot.com).

Tumbuhan lumut mempunyai bentuk tubuh pipih seperti pita dan ada pula yang seperti batang dengan daun-daun kecil (http://historyofindonesia.blogspot.com). Tumbuhan lumut relatif kecil dan jarang yang mencapai 1,5 cm bahkan ada yang tingginya beberapa millimeter saja(Bambang,2006). Lumut mempunyai alat reproduksi 2 macam, yaitu anteredium yang menghasilkan spermatozoid dan arkegonium yang menghasilkan ovum. Tangkai anteridium disebut anteridiofor, sedangkan tangkai arkegonium disebut arkegoniofor (mohamad,2000).







BAB III
METODOLOGI

Alat yang digunakan dalam pratikum ini adalah gambar bagan dari tumbuhan paku dan lumut. Sedangkan untuk bahan yang digunakan hanya membawa tumbuhan paku dan lumut.

Pertama-tama, mengambil gambar bagan atau siklus hidup tumbuhan paku yang telah kita bawa. Kemudian kita mengamati struktur perkembangbiakan tumbuhan tersebut.

Kedua, lakukan hal yang sama dengan mengambil bagan atau siklus hidup tumbuhan lumut. Kemudian kita mengamati perkembangbiakan tumbuhan tersebut.






BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

Dari hasil pengamatan diatas, tumbuhan paku adalah tumbuhan yang tubuhnya benar-benar telah berupa kormus, yaitu mempunyai akar, batang, dan daun. Cara hidupnya bermacam-macam, ada yang epifit, saprofit, dan hidup di tanah maupun di air. Sedangkan berdasarkan bentuk dan struktur tubuhnya tergolong kormophytha sejati dengan karakteristik sebagai berikut :
Daun berdasarkan fungsinya, ada daun penghasil spora (sporofil) dan daun yang berfungsi dalam proses asimilasi (tropofil).
Klasifikasi tumbuhan paku ini terbagi dalam 4 kelas, yaitu:
            Banyak tumbuhan paku berperan penting dalam kehidupan manusia, antara lain untuk:




 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Dari hasil pengamatan diatas, tumbuhan lumut mempunyai bentuk tubuh pipih seperti pita dan ada pula yang seperti batang dengan daun-daun kecil. Tubuhnya tegak atau mendatar pada substratnya dengan perantara rhizoid. Tumbuhan lumut relatif kecil dan jarang yang mencapai 1,5 cm bahkan ada yang tingginya beberapa millimeter saja. Lumut mempunyai alat reproduksi 2 macam, yaitu anteredium yang menghasilkan spermatozoid dan arkegonium yang menghasilkan ovum. Tangkai anteridium disebut anteridiofor, sedangkan tangkai arkegonium disebut arkegoniofor. Berdasarkan alat kelamin (gametangia), lumut dibedakan menjadi dua golongan yaitu:

Secara singkat daur hidup lumut , jika arkegonium telah masak dan sel ovum siap untuk di buahi maka ujungnya akan membuka. Dari dalamnya akan dihasilkan suatu zat kimia yang dapat menarik spermatozoa dari anteredium. Zigot hasil fertilisasi tumbuh menjadi embrio dan selanjutnya menjadi tumbuhan kecilyang di sebut sporofit. Pada ujung atas sporofit akan dibentuk suatu badan penghasil spora yang disebut sporogonium. Dari satu sel induk spora setelah melalui proses meiosis akan dihasilkan empat buah spora yang haploid.

Setelah sporogonium masak maka akan pecah dan sporanya disebarkan oleh angin. Jika spora jatuh pada tempat yang cocok maka akan tumbuh menjadi badan yang di sebut protonema. Selanjutnya protonema akan tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumut (gametofit) kembali. Gametofit inilah yang sehari-hari kita sebut dengan tumbuhan lumut, sedangkan yang merupakan sporifit adalah sporongiumnya.  

Klasifikasi lumut menurut , Eichler pada tahun1883 membagi Bryophyta ke dalam dua kelas, yaitu:

Lumut hati berbentuk talus. Jika terdapat bagian yang menyerupai batang dan daun-daunnya yang terdapat dalam dua baris yang berhadapan atau berseling dan baris ketiga kadang-kadang terdapat pada sisi bawah. Daunnya tebal hanya satu sel dan tanpa urat daun tengah. Sel-sel daun mempunyai ukuran yang sama disebut isodiametris. Beberapa contoh Hepaticae yang sering dijumpai adalah Riccia, Dumortiera, Anthoceros, Marchantia, dan Megaceros, yang semuanya tidak berdaun. Adapun jenis yang berdaun adalah Jungermania, Leucolejeuna, dan Scapania.

Lumut daun berbatang dan berdaun, daun-daunnya merupakan sebuah spiral halus, dasarnya lebar, dan ujungnya runcing. Contoh Musci adalah Pogonatum cirrhatum, Aeobryopsis longissima, Mniodendron divaricatum, dan Sphagnum fimbriatum.

Selain berperan dalam ekosistem alam, beberapa jenis diantaranya berguna bagi kehidupan manusia, antara lain:

BAB V

KESIMPULAN

 

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA


Abas, Mohamad, Imam Santoso.2000.Biologi 1A SMU.Jakarta:Yudistira
http://historyofindonesia.blogspot.com
Pratiwi, D. A. Maryati, Bambang, S.2006. Biologi Jilid 1.Jakarta: Erlangga
Prawirohartono, Slamet.1990.Buku pelajaran SMA biologi.Erlangga.Jakarta


laporan praktikum alga dan jamur

Tugas mandiri
LAPORAN HASIL PENELITIAN BIOLOGI UMUM
TUMBUHAN ALGA DAN JAMUR
Oleh :
Nama : Ulfa Asyifaa
NPM : 1111050039
Jurusan/sem. : matematika/satu (I)
Kelas : c
Dosen pembimbing : Rohailah, S.Si

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI RADEN INTAN LAMPUNG
2011
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb.
Seiring dengan kasih saying Allah yang telah Dia limpahkan kepada kita, mari kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat-Nya, karena sesungguhnya kita ini tidaklah akan mengetahui daripada petunjuk-Nya itu jika Allah tidak mengajarkan pengetahuan-Nya itu kepada kita.
Maka mari kita lapangkan rongga dada yang seluas-luasnya, agar kita bias menerima atas apa yang Allah akan ajarkan daripada pengetahuan-Nya itu kepada kita, yaitu agar kita bias melaksanakan daripada perintah-Nya dengan benar. Dan sungguh tidaklah dating peringatan dari sisi Allah kepada kita atas apa yang telah kita kerjakan dari perintah-Nya itu, jika apa yang telah kita kerjakan itu adalah benar. Akan tetapi, dikarenakan ada kekurangan atau kesalahan dalam mengerjakan perintah-Nya, maka sudah sepantasnya bahwa kita itu akan mendapatkan peringatan atau teguran, agar kita mau menghentikan dari kesalahannya itu, kemudian kita berusaha untuk memperbaiki sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.
Dengan ini patutlah kita syukuri bahwa semua yang baik itu memang datang dari Allah, dan yang buruk adalah kelalaian manusia. Maka dari itu bersyukurlah atas kami diberinya wawasan untuk menyelesaikan “hasil laporan praktikum biologi umum ini”. Semoga kita dapat memperbaikinya lagi sehingga bermanfaat untuk orang lain dikemudian hari. Amin

Penulis


DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR…………………………………………………………....   i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………..   ii
BAB I. PENDAHULUAN……………………………………………….………   1
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA………………………………………………...   2
BAB III. METODOLOGI………………………………………………………...  3
BAB IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN……………………...   4
BAB V. KESIMPULAN ………………………………………………………...   8
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………...……..  9
BAB I
PENDAHULUAN

Jamur (fungi) banyak kita temukan di lingkungan sekitar kita. Jamur tumbuh subur terutama di musim hujan karena jamur menyukai habitat yang lembab. Akan tetapi, jamur juga dapat ditemukan hampir di semua tempat di mana ada materi organik. Jika lingkungan di sekitarnya mengering, jamur akan menjalani tahapan istirahat atau meghasilkan spora. Cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang jamur disebut mikologi. Kebanyakkan jamur termasuk dalam kelompok kapang. Tubuh vegetatif kapang berbentuk filamen panjang bercabang yang seperti benang, yang disebut hifa. Hifa akan memanjang dan menyerap makanan dari permukaan substrat (tempat hidup jamur). Hifa-hifa membentuk jaring-jaring benang kusut, disebut miselium. 
Tujuan diadakannya pratikum ini agar mahasiswa dapat mengetahui berbagai macam jenis alga, memahami habitat kehidupan alga, dan juga memahami struktur tubuh jamur, serta memahami pengembangbiakan tumbuhan jamur melalui charta.






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Alga merupakan tumbuhan talus yaitu tumbuhan yang struktur organ tubuhnya belum dapat dibedakan dengan jelas(Puty,2001). Tubuhnya memiliki sel tunggal dan juga sel banyak, yang berpigmen dan berklorofil. Umumnya tumbuhan ganggang hidup di tempat yang lembab, baik di air tawar maupun air laut. Semua alga mengandung klorofil tetapi ada pigmen lain yang ,menyusun yang terkandung dalam plastida.
Ada dua macam plastida pada alga (kecuali Cyanophyta)
a. Kloroplas : mengandung klorofil dan dapat juga terkandung pigmen lain yaitu xantofil dan karotin.
b. Kromoplas (kromatofor ) pembawa zat warna lain dari krorofil seperti pigmen xantofil dan karotin.
Dengan demikian alga dapat berfotosintesis. Ganggang berkembang biak dengan cara vegetatif dan generative (
http://smart-pustaka.blogspot.com/2011/03/).
Jamur Rhizopus oryzae merupakan jamur yang sering digunakan dalam pembuatan tempe (Soetrisno, 1996). Jamur Rhizopus oryzae aman dikonsumsi karena tidak menghasilkan toksin dan mampu menghasilkan asam laktat (Purwoko dan Pamudyanti, 2004). Jamur Rhizopus oryzae mempunyai kemampuan mengurai lemak kompleks menjadi trigliserida dan asam amino (Septiani, 2004). Selain itu jamur Rhizopus oryzae mampu menghasilkan protease (Margiono, 1992). Jamur Rhizopos ini biasanya tumbuh pada tempe atau oncom sebagai parasit, bentuknya berwarna putih, tidak mempunyai sekat-sekat, jika tua akan berubah warna menjadi coklat kekuning-kuningan (Sugiri,1984).
BAB III
METODOLOGI

Alat yang digunakan dalam pratikum ini adalah mikroskop, kaca obyek, pipet tetes, cover glass, dan spatula. Sedangkan untuk bahan, digunakan alga yang ada di air kolam, alga yang ada di air selokan, alga yang ada di air sawah, tempe, aquades, dan charta (gambar siklus hidup jamur).
Pertama-tama, mengambil alga yang ada di air kolam. Kemudian mengambil kaca objek, dengan ditetesi air. Lalu letakkan alga tersebut diatasnya. Kemudian ditutup secara perlahan dengan menggunakan kaca penutup dengan membentuk sudut 45 derajat. Kemudian diamati dibawah mikroskop. Gambar hasil pengamatan ada di bab pembahasan.
Kedua, lakukan hal yang sama dengan mengambil alga yang ada di air sawah. Kemudian mengambil kaca objek, dengan ditetesi air. Lalu letakkan alga tersebut diatasnya. Kemudian ditutup secara perlahan dengan menggunakan kaca penutup dengan membentuk sudut 45 derajat. Kemudian diamati dibawah mikroskop. Gambar hasil pengamatan ada di bab pembahasan.
Ketiga, lakukan lagi hal yang sama dengan alga yang lain, yaitu  mengambil alga yang ada di air selokan. Kemudian mengambil kaca objek, dengan ditetesi air. Lalu letakkan alga tersebut diatasnya. Kemudian ditutup secara perlahan dengan menggunakan kaca penutup dengan membentuk sudut 45 derajat. Kemudian diamati dibawah mikroskop. Gambar hasil pengamatan ada di bab pembahasan.
Dan yang terakhir, dengan meneteskan aquades sebanyak 1 kali di atas kaca obyek dengan menggunakan spatula. Kemudian letakkan jamur yang telah kita ambil dari tempe di atas kaca obyek tersebut. Kemudian di aduk dengan perlahan, sesudah itu di tutup dengan kaca penutup. Lalu di amati dibawah mikroskop dengan pembesaran obyektif 10x. Gambar hasil pengamatan  ada di bab pembahasan.















BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
















Dari kegiatan penelitian diatas, tumbuhan ganggang atau algae pada umumnya hidup di perairan, baik air tawar maupun air laut, di tempat yang lembab, dan ada pula yang hidup bersimbosis dengan organism lain. Alga termasuk tumbuhan talus (Thallophyta) dikatakan demikian karena stuktur tubuhnya belum dapat dibedakan dengan jelas. Tubuh ganggang terdiri atas satu sel (unisel) dan ada pula yang banyak sel (multisel). Ganggang yang multisel bentuknya bervariasi, ada yang berbentuk benang (filamen), lembaran, dan ada pula dalam bentuk modifikasi yang lebih kompleks. Ganggang ada beberapa jenis yaitu: Ganggang hijau (Chlorophyta), ciri-cirinya yaitu berwarna hijau, mengandung kloroplas dengan butir pirenoid ditengahnya, hidupnya di air tawar dan juga air laut, tempat yang lembab, dan ada yang bersimbosis dengan jamur, ganggang ini juga berperan sebagai fitoplankton. Ganggang keemasan (Chrysophyta), ciri-cirinya yaitu memiliki pigmen kuning keemasan, tidak memiliki pirenoid, dan kloroplas berukuran kecil-kecil, beberapa jenis memiliki dinding sel dari silikat dan pektin, hidupnya di tempat yang basah, baik di air tawar maupun di air laut. Ganggang coklat (Phaeophyta), ciri-cirinya memiliki pigmen coklat, kebanyakan anggotanya hidup di laut, dan berukuran makroskopis, tubuhnya menyerupai tumbuhan tinggi dan beberapa jenis mempunyai gelembung udara sebagai alat pengapungnya. Sedangkan Ganggang merah (Rhodophyta), ciri-cirinya memiliki pigmen merah dan mengandung zat makanan cadangan agar-agar, hampir semua tumbuhan ini hidup dilaut, hanya sepertiga saja yang ada di air tawar, ganggang ini berperan penting dalam konstruksi terumbu karang dan pulau, sedangkan nilai ekonominya menghasilkan agar-agar.
Klasifikasi alga dikelompokkan dalam empat deviso. Pengelompokkan berdasarkan kandungan pigmen yang dominan, zat cadangan makanan, dan bahan penyusun dinding selnya.








Dari hasil penelitian ini, perkembangbiakan jamur ini terjadi secara aseksual dan seksual. Pada perkembangbiakan secara aseksual akan dibentuk spora dalam sporangium yang terletak pada ujung-ujung hifa. Hifa-hifa yang tumbuh tegak pada medium dan terdapat sporangium pada ujung-ujungnya disebut sporangiosfor. Sporangium yang matang akan pecah dan mengahasilkan spora, kemudian dengan bantuan angin ( anemokori ). Spora akan terbawa jauh dari kelompoknya. Spora yang terbawa angin bila jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi jamur yang baru. Perkembangbiakan seksual pada jamur berlangsung secara konjugasi, yaitu terjadi perpindahan materi yang berbeda muatan. Proses konjugasi terjadi pada tubuh-tubuh hifa yang berlainan jenis. Pada ujung-ujung hifa akan terbentuk gametongium yang bersifat haploid ( n ), kemudian gametongium yang berlainan jenis akan melakukan fusi ( penggabungan ) sehingga mengahasilkan zigospora yang bersifat diploid ( 2n ). Jamur ini dalam keadaan zigospora akan resisten terhadap perubahan kondisi lingkungan. Bila kondisi lingkungan kembali menjadi normal, maka zigospora akan akan berkecambah dan membentuk hifa-hifa yang haploid ( n ). Hifa-hifa yang tumbuh akan membentuk sporangium, kemudian menghasilkan spora.
Dari uraian diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa fase haploid dengan siklus hidup Rhizopus, sp lebih panjang atau lama jika dibandingkan dengan fase diploidnya.
Jamur berhabitat pada bermacam-macam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.
Spora yang dihasilkan oleh cara perkembangbiakan seksual dan aseksual berbeda. Apabila secara aseksual, spora dihasilkan terjadi pada pembelahan mitosis. Dan apabila secara seksual, spora dihasilkan terjadi pada pembelahan meiosis.
Seperti halnya keterangan diatas pada umumnya Phycomycetes hidup sebagai saprofit walaupun ada juga yang hidup sebagai parasit. Jamur ini secara saprofit digunakan dalam pembuatan tempe, Rhizopus oryzae. Species ini dapat mengubah amilum menjadi dekstros, dapat memecah protein dan lemak yang ada didalam sel kedelai dan kacang. Dengan demikian maka tempe itu seakan-akan lebih tersedia untuk dicernakan diperut kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

KESIMPULAN

 

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA


http://idonkelor.blogspot.com/2009/03/klasifikasi-alga.html

http://jeniz-jamure.blogspot.com/2008/11/jamur-rhizopus.html

http://kehidupanalamsemesta.blogspot.com/2010/09/fungsi-jamur.html

http://smart-pustaka.blogspot.com/2011/03/euglenophyta-alga-berflagel.html
Pratiwi, D. A. Maryati, Bambang, S. 2006. Biologi Jilid 1.Jakarta: Erlangga
Prawirohartono, Slamet.1990.Buku pelajaran SMA biologi.Erlangga.Jakarta

laporan praktikum mikroskop dan stuktur sel

Tugas mandiri
LAPORAN HASIL PENELITIAN
TENTANG MIKROSKOP DAN STRUKTUR SEL
Oleh :
Nama : Ulfa Asyifaa
NPM : 1111050039
Jurusan/sem. : matematika/satu (I)
Kelas : c
Dosen pembimbing : Rohailah, S.Si


FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI RADEN INTAN LAMPUNG
2011
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb.
Seiring dengan kasih saying Allah yang telah Dia limpahkan kepada kita, mari kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat-Nya, karena sesungguhnya kita ini tidaklah akan mengetahui daripada petunjuk-Nya itu jika Allah tidak mengajarkan pengetahuan-Nya itu kepada kita.
Maka mari kita lapangkan rongga dada yang seluas-luasnya, agar kita bias menerima atas apa yang Allah akan ajarkan daripada pengetahuan-Nya itu kepada kita, yaitu agar kita bias melaksanakan daripada perintah-Nya dengan benar. Dan sungguh tidaklah dating peringatan dari sisi Allah kepada kita atas apa yang telah kita kerjakan dari perintah-Nya itu, jika apa yang telah kita kerjakan itu adalah benar. Akan tetapi, dikarenakan ada kekurangan atau kesalahan dalam mengerjakan perintah-Nya, maka sudah sepantasnya bahwa kita itu akan mendapatkan peringatan atau teguran, agar kita mau menghentikan dari kesalahannya itu, kemudian kita berusaha untuk memperbaiki sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.
Dengan ini patutlah kita syukuri bahwa semua yang baik itu memang datang dari Allah, dan yang buruk adalah kelalaian manusia. Maka dari itu bersyukurlah atas kami diberinya wawasan untuk menyelesaikan “hasil laporan praktikum biologi umum ini”. Semoga kita dapat memperbaikinya lagi sehingga bermanfaat untuk orang lain dikemudian hari. Amin

Penulis




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………..i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………...ii
BAB I. PENDAHULUAN………………………………………………………………………..1
1.2 Tujuan Praktikum……………………………………………………………………………...1
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA………………………………………………………………...2
2.1 Mikroskop……………………………………………………………………………………..2
2.2 Stuktur sel……………………………………………………………………………………..2
BAB III. METODOLOGI………………………………………………………………………..3
3.1 Alat dan bahan………………………………………………………………………………...3
3.2 Cara Kerja……………………………………………………………………………………..3
a. Mengamati sel batang gabus……………………………………………………………………3
b. Mengamati sel bawang merah………………………………………………………………….3
c. Mengamati sel epitel rongga mulut…………………………………………………………….3
BAB IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN…………………………………….4
4.1 Pembahasan tentang mikroskop………………………………………………………………4
4.2 Pembahasan tentang struktur sel hewan dan tumbuhan……………………………………....5
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN………………………………………………………...8
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………9
BAB I
PENDAHULUAN


Antony Van Leuwenhoek orang yang pertama kali menggunakan mikroskop walaupun dalam bentuk sederhana pada bidang mikrobiologi. Kemudian pada tahun 1600 Hans dan Z Jansen telah menemukan mikroskop yang lebih maju dengan nama mikroskop ganda. Mikroskop berasal dari kata mikro yang berarti kecil dan scopium (penglihatan). Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang.

Sel adalah bagian terkecil dari makhluk hidup. Makhluk hidup dibangun oleh sel. Tubuh makhluk hidupdapat bersel banyak yang bentuk dan susunannya sangat beranekaragam. Ukuran sel sangat kecil sehingga untuk melihatnya harus menggunakan alat yang disebut mikroskop. Struktur sel pertama kali diamati oleh seorang berkebangsaan Inggris yang bernama Robert Hooke (1635-1703).


Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengenali bagian-bagian mikroskop, memahami fungsi dan terampil menggunakannya, dapat menjelaskan struktur sel hewan dan sel tumbuhan, dapat menyebutkan bagian-bagian sel hewan dan sel tumbuhan, dan dapat dengan mudah menunjukkan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Mikroskop
Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Antony Van Leuwenhoek (1632-1723) yang berkebangsaan Belanda, dengan mikroskop yang masing-masing terdiri atas lensa tunggal hasil gosokan rumah yang ditanam dalam kerangka kuningan dan perak. Kekuatan perbesaran tertinggi yang dapat dicapainya hanyalah 200-300 kali, mikroskop ini sedikit sekali persamaannya dengan mikroskop cahaya majemuk yang ada sekarang (Purba, 1999). Mikroskop juga adalah alat untuk melihat benda-benda yang berukuran sangat kecil dan tak terlihat oleh mata telanjang(Slamet,1987)
Mikroskop pada prinsipnya adalah alat pembesar yang terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif (dekat dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda). Baik objektif maupun okuler dirancang untuk perbesaran yang berbeda. Lensa objektif biasanya dipasang pada roda berputar,yang disebut gagang putar (Volk, 1984).
2.1 Struktur sel
Sel merupakan unit terkecil dari suatu makhluk hidup (Campbell, 2004). Sel adalah segumpal protoplasma yang berinti, sebagai individu yang berfungsi menyelenggarakan seluruh aktivitas untuk kebutuhan hidupnya. Sel itu setelah tumbuh dan berdeferensiasi, akan berubah bentuknya sesuai dengan fungsinya, ada yang menjadi epidermis berfungsi untuk melindungi sel-sel sebelah dalamnya ada yang menjadi tempat penyediaan makanan, ada yang berfungsi menjadi tempat persediaan makanan dan lain-lain (Yekti, 1994).
Meskipun antara sel hewan dan sel tumbuhan berbeda namun terdapat persamaan-persamaan dasar tertentu mengenai sifat, bentuk, dan fungsi dari bagian sel tersebut. Secara umum bagian-bagian sel tersebut adalah membran sel, sitoplasma, mitokondria, retikulum endoplasma, aparatus golgi, lisosom, plastida, kloroplas, sentrosom, ribosom, vakuola, inti sel, membran inti, mikrofilamen, dan dinding sel (Anshory, 1984).

BAB III
METODOLOGI
3.1 Alat dan bahan yang akan digunakan antara lain:
Alat yang perlu digunakan yaitu mikroskop,kaca objek,kaca penutup(cover glass),pipet tetes,pinset,jarum,kertas isap,tusuk gigi tumpul,gelas piala,dan silet. Sedangkan bahan yang perlu digunakan dalam penelitian ini yaitu gabus batang singkong, bawang merah,epitel rongga mulut,air(aquades), dan metylen blue.
3.2 Cara kerja :
a. Mengamati sel batang gabus
Pertama-tama menetesi obyek glass dengan air satu tetes menggunakan pipet. Kemudian memotong lapisan pada gabus batang singkong secara vertikal dan mengambilnya memakai pinset. Lalu meletakkan lapiatan diatas kaca obyek. Kemudian menutup preparat. Setelah itu diamati dibawah mikroskop, dan hasil gambarnya ada di bab pembahasan.
b. Mengamati sel bawang merah
Pertama-tama menetesi obyek glass dengan air satu tetes menggunakan pipet. Kemudian mengupas dengan tangan lapisan-lapisan pada bawang merah. Lalu mengambil lapisan yang tipis pada bawang merah dengan menggunakan pinset. Kemudian meletakkan lapisan tadi pada obyek glass yang telah ditetesi air. Lalu menutup preparat dengan kaca penutup. Kemudian mengamati preparat dengan menggunakan mikroskop. Kemudian menggambar obyek yang teramati dibawah mikroskop.
c. Mengamati sel epitel rongga mulut
Pertama-tama ambil secara perlahan pada pipimu dalam rongga mulutmu menggunakan ujung tumpul hingga diperoleh lapisan lendirnya. Kemudian teteskan sedikit air dengan pipet tetes dikaca obyek, lalu sebarkan lender pada ujung tusuk gigi itu dan aduk dengan tetesan air agar sel tigak mengelompok. Kemudian ditutup dengan kaca penutup agar tidak terbentuk menggelembung udara dibawah kaca tersebut. Kemudian amati dengan mikroskop, setelah pengamatan ini selesai, kita buat percobaan yang sama akan tetapi ditambahkan metylen blue. Kemudian menggambar objek yang teramati oleh mikroskop.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Pembahasan tentang mikroskop







Keterangan gambar mikroskop, yaitu :
Dari hasil percobaan dan penelitian yang telah dilaksanakan maka diperoleh hasil yaitu, mikroskop terdiri atas bagian-bagian yang masing-masing bagian tersebut mempunyai fungsi tersendiri. Lensa okuler berfungsi untuk memperbesar bayangan yang bersifat maya dan tegak. Lensa objektif berfungsi untuk mengatur pembesaran ukuran untuk kekuatan 4x, 10x, 40x dan 100x. Kondensor berfungsi untuk mengatur bayangan yang akan diamati atau untuk menaikkan dan menurunkan kondensor. Reflektor berfungsi untuk menerima cahaya yang masuk atau dapat memperjelas cahaya yang akan datang. Makrometer berfungsi untuk mengatur jarak okuler objektif sehingga tepat fokusnya secara kasar dan jelas. Mikrometer berfungsi untuk mengatur jarak okuler sehingga tepat fokusnya secara tajam. Revolver berfungsi sebagai tempat lensa objektif. Meja objek berfungsi untuk meletakkan preparat yang akan diamati. Penjepit berfungsi untuk memperkokoh kedudukan preparat agar tidak goyang. Kondensor berfungsi sebagai pengatur letak lensa kondensor terhadap preparat. Pegangan(lengan) mikroskop berfungsi untuk memegang mikroskop. Diafragma berfungsi mengatur cahaya yang masuk dalam mikroskop. Kaki atau dasar berfungsi untuk memperkokoh kedudukan mikroskop.
Mikroskop berfungsi untuk melihat benda-benda atau organisme yang berukuran sangat kecildan tak terlihat pada mata telanjang.

















Gambar perbesaran 10x10
Keterangan gambar serta fungsinya:
Dinding sel merupakan penyusun sel tumbuhan yang tersusun atas serat-serat sellulosa, bersifat tebal dan kaku untuk membantu mempertahankan bentuk sel dan melindungi sel dari kerusakan mekanis. Dinding sel terdapat plasmodesmata yang berfungsi untuk hubungan dengan sel disebelahnya. Lisosom merupakan organel yang berperanan dalam kegiatan fagositik karena di dalam lisosom banyak terkandung enzim pencerna hidrolitik seperti protease, nuklease, lipase, dan fosfatase. Secara umum fungsi lisosom adalah untuk penguraian molekul-molekul. Mitokondria adalah organel yang memiliki struktur amat kompleks yang berfungsi untuk membentuk energi atau disebut “the power house” mitokondria merupakan tempat berlangsungya respirasi aerobik pada tingkat selluler. Mitokondria memiliki enzim-enzim yang berperanan untuk mengatur daur krebs yaitu sitokrom. Mikrotubulus adalah organel berbentuk benang-benang silindris yang tersusun atas protein. Mikrotubula bersifat kaku sehingga berfungsi sebagai ‘rangka sel’ yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel. Pada saat pembelahan mikrotubulus beroperanan dalam pembelahan dengan menjadi benang-benang gelendong. Mikrofilamen organel sejenis mikrotubulus yang tersusun atas protein aktin dan myosin. Fungsi dari mikrofilamin adalah dalam bergerakan sel dalam makhluk hidup tingkat tinggi. Pergerakan/ aliran sitoplasma di atur oleh mikrofilamen. Peroksisom peroksisom merupakan organel yang senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengadnung katalase dan oksidase. Enzim ini akan mengkatalisis H2O2 yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu lisosom berfungsi untuk perubahan lemak menjadi karohidrat seta perubahan purin. Membran sel merupakan bagian terluar sel hewan yang membatasi isi sel dengan lingkungan. Organel ini berfungsi sebagai selaput pelindung dan pengontrol yang bersifat semi permeable untuk mengendalikan pertukaran zat antara sitoplasma dengan lingkungan sel. Membran sel tersusun atas selaput lipoprotein (lipida dan protein). Sitoplasma/protoplasma adalah cairan sel yang mengisi ruangan antara membran sel dengan inti sel. Sitoplasma tersusun atas bahan dasar cair yang disebut sitosol yang berisi air dan senyawa organic terlarut seperti : garam, asam lemak, asam amino, gula nukleotida, protein, dsb. Sitoplasma merupakan sumber bahan kimia yang penting dan merupakan tempat berlangsungnya metabolisme tertentu seperti glikolisis, sintesis protein, sintesis asam lemak, dsb. Nuleus Adalah organel terbesar yang berbentuk bulat hingga oval, berfungsi untuk mengendalikan seluruh kegiatan sel. Sel eukariotik memiliki membran inti/karioteka sementara sel prokariotik tidak memiliki membran inti/karioteka. Retikulum endoplasma adalah organel yang bertindak sebagai saluran-saluran dalam sitoplasma yang menghubungkan membran sel dengan nukleus. Fungsi dari retikulum endoplasma adalah untuk transportasi protein. Ribosoma adalah organel yang terdapat bebas didalam sitoplasma atau menempel pada retikulum endoplasma yang tersusun atas protein dan RNA. Ribosom berfungsi untuk sisntesis protein. Apparatus golgi adalah organel yang berbentu seperti kantong pipih yang berbentuk jala yang terpusat pada salah satu sisi nukleus. Organel ini berfungsi untuk pengemasan dan sekresi protein. Vakuola adalah suatu rongga yang berisi cairan yang dikelilingi oleh selapis membran yang disebut tonoplas. Vakuola berisi cairan yang berupa larutan garam mineral, gula, oksigen, asam organik, CO2, pigmen, enzim dan sisa metabolime yang lain. Vakuola merupakan organela yang berfungsi untuk menimbun sisa-sisa metabolisme dan untuk penguraian molekul-molekul sederhana (berfungsi seperti lisosom). Pada hewan terdapat vakuola tetapi sangat kecil atau justru tidak terlihat. Kloroplas adalah organel yang berperanan dalam fotosintesis karena adnya klorofil dan pigmen-pigmen fotosintetik.




BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut:
Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang.
sel merupakan unit terkecil dari suatu makhluk hidup. Dengan berbagai macam fungsi yang terdapat pada masing-masing struktur pada sel, makhluk hidup dapat tumbuh berkembang dengan sempurna.
5.2 Saran
Sebaiknya di dalam pelaksanaan praktikum kali ini waktu yang telah ditetapkan digunakan sebaik-baiknya sehingga praktikum dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Selain itu kerja sama antara asisten dengan praktikan harus ditingkatkan, terutama dalam membimbing praktikan agar praktikan dapat dengan benar dan sungguh-sungguh dalam melaksanakan praktikum.





DAFTAR PUSTAKA
Prawirohartono, Slamet.1990.Buku pelajaran SMA biologi.Erlangga.Jakarta
Anshory, I. 1984. Biologi umum. Genesa Exact. Bandung.
Yekti, S. 1994. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta.
http://phoenixbluesky.wordpress.com/2011/07/26/sel-dan-bagian-bagianya/
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/teaching%20guide piloting.pdf

http://sulistyaindriani.wordpress.com/2010/07/12/bagian-bagian-mikroskop-dan-fungsinya/
http://gurungeblog.wordpress.com/2008/11/08/mengenal-mikroskop/







Selasa, 11 Oktober 2011

air bumi ternyata berasal dari komet

Air Bumi Berasal dari Komet
Billy Alexander/stock.xchng
 
Teori baru menyebutkan, air di Bumi diperkirakan berasal dari komet. Hal ini terungkap setelah, untuk pertama kalinya, peneliti menemukan Komet Hartley 2 memiliki kandungan air yang sama dengan di Bumi. Peneliti mengasumsikan teori baru kemunculan air di Bumi saat menemukan komet ini.

Pembentukan planet merupakan proses yang sangat panas, jadi amat sulit untuk air dapat muncul di permukaan. Pendapat ini membuat penciptaan laut pada Bumi masih misteri. Dengan penemuan ini, maka ilmuwan berspekulasi bahwa komet membawa air dan menabrak Bumi saat sudah dingin.

Saat pembentukan, Bumi kering dan berbatu, kemudian komet membawa air yang menutupi sebagian besar planet biru ini. Dengan menggunakan teleskop Herschel, peneliti menemukan fakta bahwa kandungan deuterium di air komet tersebut sama dengan di Bumi. Deuterium yang ada di Komet Hartley 2 ini merupakan yang paling mirip dengan deuterium di BUmi, jika dibandingkan dengan komet-komet lain yang pernah ditemukan sebelumnya.

Ted Bergin dari University of Michigan berpendapat bahwa bahan air Bumi ternyata lebih besar dari yang kami duga. Kami harus berpikir keras untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengeni tata surya kita. Di sisi lain, James Greenwood dari Wesleyan University mengatakan bahwa teori tersebut perlu bukti lebih lanjut, selain itu kuantitas Komet Hartley 2 juga menjadi pertimbangan.

Penemuan ini memberikan pertanyaan baru kepada para peneliti tentang asal-usul air di Bumi, dari mana dan di mana mekanisme objek yang menyampaikan air ke Bumi? Teleskop Herschel dalam waktu yang sedikit akan menjawab pertanyaan tersebut. (BBC)